Sepotong Kue Cinta Buat Ibu #1 – Sebuah Cerpen

oleh -0 views

Ruang itu telah kosong, tak seorang pun yang bisa menempatinya. Sebuah ruang tidak bernyawa empat tahun lamanya. Ruang yang telah termakan senja. Kini tinggal tulang belulang dengan gerombolan sarang laba-laba. Terjabak dalam lamunan setiap malam, seperti batang lilin yang meleleh. Batangnya tak akan tinggi lagi seperti, api yang semula hidup, menjadi redup tidak terarah. Hitam lekat, sumbunya tidak putih seperti dulu. 

View this post on Instagram

A post shared by Tortology0611 (@tortology0611)

Kakinya melangkah cepat, melewati sebuah gang kecil pemukiman warga, sambil melihat sebuah kertas di tangannya, mungkin itu sebuah alamat. Jarak yang ia tempuh sangat lah jauh, setiap sudut rumah telah di lewatinya, meskipun lelah kesemngatan tetap berkobar dalam dirinya. Berung-burung bertebangan mengikuti semangat jejaknya. Sorak sorai anak kecil yang bermain menyentak lamunan. Setiap langkah yang ia lalui tak lepas dari kesemangatan mencari sosok ibu. 

Tiba-tiba setelah melinyas dari tikungan warga yang bersebelahan dengan gang kecil. Ia tersentak kaget ketika melihat apa yang ada dihadapannya. Ternyata alamat rumah yang dicarinya kini di depan mata. Melihat bangunan megah, Bangunan yang menjulang tinggi dengan dihiasi pagar yang sangat mewah. Dengan semua itu dirinya seakan-akan tak percaya. 

“Pak saya mau bertanya”.  Cetusku pada si kumis tebal.

“Iya silahkan”. Jawabnya, sambil menatap heran wajahku.

“Apa benar ini rumahnya ibu Salma”. Tanyaku sambil memelas. 

“Iya benar, maaf anda siapa?”. Jawab si kumis.

“Saya anaknya”. Sambil aku berikan foto ketika kecilku bersama ibu.

“Hah, benarkah?”. Serasa kaget mendengar pertanyaanku.

Aku telah lama berpisah, hidup tanpa seorang ayah dan ibu. Dulu semenjak Ayah meninggal, ibu pergi begitu saja tanpa aku ketahui, aku di tinggalkan seorang diri di gubuk reyot peninggalan ayahku. Serasa bagaikan hidup di neraka. Akhirnya aku memutuskan menjadi anak jalanan. Hidup seorang diri bersama anak-anak jalanan, menjadi sahabat malam-malamku bersamanya.


*****

Satu jam kemudian. Melihat dari kejauhan. Di pintu rumah megah itu. Si kumis berjalan di sisi wanita muda. Kurasa wanita beranak tiga. Anaknya mungkin sudah sebesar diriku. Amboi rasanya melihatnya seperti, wajah teduh belaian seorang ibu. Teringat rindu akan sesosok ibu. Datang seperti mimpi kemudian berlalu. Apakah benar gerangan? Inikah ibuku? Jika iya mendekat apakah mengenal diriku. Ya Allah sadarkan diri hamba dari mimpi ini. Cukuplah sekenariomu yang memutar balikkan hidupku. Hari ini aku menunggu kenyataan. Ya mungkin hari ini aku tidak lagi tidur.

“Hay, kamu yang mencariku”. Tanya wanita itu. Ia mengagetkan lamunanku. Aku tertunduk memelas memandang tubuh ini, layak tak pantas menyapanya.“Kamu siapa”? Dia menanyaiku. Sekilas wajahku menunduk tak menjawab. Tiba-tiba tangan lembutnya mengangkat dagu wajahku. Tergambarlah kelembutan di wajah kusutnya. Haruskah aku jujur mengatakannya bahwa aku anaknya. Apa ia tak tahu perihal diriku atau pura-pura tak tahu akan keberadaanku. “Icaaaalll”. Apa benar namamu ical? Sekali lagi ia menanyaiku. Hatiku tersentak ketika ia menyebut namaku. Aku diam tak menjawabnya. “Ical, benarkah itu namamu”. Ia memaksaku untuk menjawab. Hatiku semakin geram melihatnya. Aku ingin pergi di hadapannya. Tak ingin lagi mendengar omong kosongnya. Seperti kura-kura pelupa, bahwa ada tempurung di atasnya. Seketika itu aku lari dari genggaman kedua tngannya yang memegang tubuhku. Tak terasa air mata tumpah berceceran, mengena pada baju kusutku yang hitam belam seperti batu mualam. Aku hemburkan air mata itu bersama debu berterbangan. Biarkan saksi bisu yang menjawab peristiwa itu. Aku yakin iya tak akan mengejarku dan mencariku lagi.

#bersambung

Berbicara kura-kura, kami teringat dengan Kura-Kura Aldabra @tortology0611 Kualitas Terbaik. Bagi Anda para kolektor hewan langka, cocok sekali untuk berkunjung ke sana. Oh, ya, jangan follow Instagram @tortology0611 Kura-Kura Aldabra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *