Kisah Imam Syafi’i Mengunjungi Rumah Imam Ahmad

oleh -19 views

Ada seorang ulama terkenal di Irak, dan mungkin namanya tidak asing lagi di telinga kita, dia adalah Imam Ahmad bin Hanbal salah satu pemuka dari empat madzhab, dan dikenal dengan Madzhab Hanbali.

Imam Ahmad, memiliki seorang guru yang sangat dihormati dan dikagumi, yaitu Imam asy-Syafi’i. Imam Ahmad sendiri memiliki anak perempuan shalehah. Dan beliau sering menceritakan kebaikan Imam asy-Syafi’i kepada putrinya itu, hingga putrinya ingin sekali bertemu langsung dengan Ulama’ yang sangat dikagumi ayahnya.

Suatu hari, Imam Ahmad mengundang Imam asy-Syafi’i bermalam ke rumahnya. Dan di rumahnya itu, Imam Ahmad telah menyiapkan hidangan dan kamar khusus untuk sang guru. Imam asy-Syafi’i sampai setelah shalat isya’. Begitu sampai, ia langsung diajak makan malam, Imam asy-Syafi’i makan dengan tenang dan lahap.

Sehabis makan, Imam asy-Syafi’i berbincang sebentar dengan Imam Ahmad, lalu ia masuk ke kamar yang telah disipakan untuknya. Waktu Subuh tiba, Imam asy-Syafi’i bangun dan langsung berangkat ke Masjid terdekat bersama Imam Ahmad untuk shalat berjamaah. Imam Ahmad mempersilahkan Imam-asy-Syafi’i untuk menjadi imam shalat. Namun, Imam asy-Syafi’i menolaknya sembari berkata” Jamaah di sini lebih akrab denganmu, hati mereka lebih tenang dan lebih mantap bila engkau yang menjadi imam”.

Usai shalat subuh, kedua imam itu beri’tikaf di masjid sampai tiba waktu dhuha, barulah keduanya kembali ke rumah Imam Ahmad. Setelah sampai ke rumah, Imam Ahmad langsung ditemui putrinya,” Ayah! Benarkah tamu kita itu, Imam asy-Syafi’i yang sering ayah ceritakan kepadaku?”tanya putri Imam Ahmad. Iya benar! Ada apa putriku?” jawab Imam Ahmad. 

“ jika memang benar, maka ada tiga perkara yang aneh menurutku, tiga hal itu sangat tidak pantas, karena ia seorang ulama’ terkenal. Pertama, kulihat waktu makan,ia makan banyak sekali. Kedua, setelah makan ia langsung masuk kamar, dan ia langsung tidur, semalam aku memperhatikan , dan ia tidak shalat malam. padahal, shalat tahajjud adalah kebiasaan orang-orang shaleh. Ketiga, begitu bangun tidur ia langsung berangkat ke Masjid bersama ayah untuk shalat subuh berjamaah tanpa berwudhu’ dahulu, berarti ia shalat subuh tanpa wudhu’ “. Kata putri Imam Ahmad.

Mendengar cerita putrinya itu, Imam Ahmad menjadi bingung dan penasaran. Namun ia tidak mau berrperasangka buruk kepada gurunya. Dan saat itu juga, Imam Ahmad menemui Imam asy-Syafi’i dan meminta penjelasan.

“Sahabatku Ahmad, memang benar aku makan banyak dan itu ada alasanya. Aku tau makanan yang engkau suguhkan itu halal, maka aku makan sebanyak-banyaknya,sebab makanan yang halal itu banyak barokahnya. Mengenai aku tidak shalat malam, setiap malam aku memikirkan Al-qur’an dan Hadist-hadist Nabi. Hasilnya aku berhasil memecahkan 72 masalah fiqih yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Karena itulah, aku tidak sempat melaksanakn shalat malam. Mengenai aku shalat subuh tanpa berwudhu’, sebab wudhu’ku belum batal, aku tidak memejamkan mata sedikit pun di malam hari, aku masih punya wudhu’ sejak shalat isya’ maka aku shalat subuh dengan kamu tanpa wudhu’.” Jawab imam asy-syafi’i.

Karena cerita di atas berkaitan dengan kisah dari rumah Imam asy-Syafi’i, kami teringat dengan Jasa Arsitek Rumah yang satu ini, yakni ELANO KONSTRUKSI yang didirikan oleh Fazal Aulia Permana, S.T. sejak tahun 2018. Bagi yang penasaran, bisa dicek langsung di website resminya, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *