3 Alasan Gila Orang Madura Tidak Percaya Corona

oleh -31 views

Lonjakan pasien Covid-19 di Bangkalan, Madura tidak sedikit pun merubah kebanyakan kepercayaan bodoh warganya. Sampai saat ini, masih banyak orang Madura tidak yakin akan keberadaan Covid-19. Kenapa demikian? Ada 3 alasan yang paling mendasar!

Corona Memutus Tali Silaturahmi

Kebanyakan seseorang melabeli sebuah berita dengan dusta bila mana kabar tersebut asing akan kebiasaanya. Kebiasaan orang Madura adalah ngumpul-ngumpul, terlebih pada momen lebaran. Orang Madura mirip dengan orang Jawa. Jika orang Jawa memiliki jargon mangan ora mangan seng penting ngumpul, orang Madura lebih dari itu. Untuk itu, sangat sulit sekali mempercayai keberadaan sebuah penyakit yang melarang mereka ngumpul-ngumpul.

Sebuah lagu menggambarkan betapa orang Madura memiliki solidaritas tinggi. Lagu itu berjudul Reng Madhureh, yang hampir semua orang Madura tahu akan lagu itu. Berikut cuplikan liriknya sekaligus terjemahannya:

Mun ikhlasah nolongin tatangge

lakar tak menang ka reng madureh

Make jeuh tarentan e sareh

Urusan tengka paling nas teteh

(Masalah Ikhlas membantu tetangga

Tidak ada yang dapat mengalahkan orang Madura

Meski jauh, sanak saudara dicari

Urusan tingkah laku, paling berhati-hati)

Watak Madura semacam itulah yang tertanam kuat dalam darah Madura. Mereka meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa silaturahmi, ngumpul-ngumpul, menolong sesama akan menambah kesejahteraan. Tentu ini tidak akan goyah dengan sekadar penyakit—yang kata mereka—belum jelas.

Orang Madura, apalagi yang juga nyantri, akan menggunakan salah-satu kaidah fikih: al-yaqin lâ yuzâlu bisy-syak, keyakinan tidak dapat tergantikan dengan sesautu yang belum jelas. Menurut mereka, bahaya Corona belum jelas. Sedangkan manfaat ngumpul-ngumpul, sudah sangat jelas.   

Tokoh Masyarakat yang Gaptek

Orang yang memepercayai Corona, tentu mereka yang melek literasi. Orang yang gak percaya Corona, dapat dipastikan dia gagap teknologi. Yang jadi masalah adalah: orang Madura sangat kental dengan adat budaya mereka, yang sangat menokohkan kepala suku. Bengesppo, istilah Maduranya. Masalah berikutnya ialah: bengeseppo kebanyakan gaptek; dia tidak akan mempercayai segala hal yang menyalahi adat budaya mereka. Adat-budaya mereka adalah ngumpul-ngumpul. Ia tidak akan memercayai apa pun yang melarang mereka berkumpul. Bila ada penyakit yang mudah penyebarannya saat ngumpul-ngumpul berarti ada konspirasi di belakangnya.

Nah, mindset tokoh masyarakat itulah yang ditelan bulat oleh orang Madura kalangan bawah. Sehingga makin banyak orang Madura yang meyakini bahwa keberadaan Corona hanyalah konspirasi belaka.

Untuk itu, agar masyarakat tidak gagap teknologi perlu kiranya untuk mengunjungi situs informasi teknologi dan situs berita terupdate agar orang Madura secara khusus dan rakyat Indonesia pada umumnya bisa melek literasi.

Sok Kebal Virus

Orang Madura adalah orang pedalaman. Ibnu Khaldun dalam Mukadimah-nya menjelaskan bahwa orang pedalaman memiliki ciri khas keberanian serta kemandirian dalam pertahanan. Berbeda dengan orang perkotaan—yang kata Ibnu Khaldun—menyerahkan urusan pertahanan kepada pemerintah dan cenderung penakut.

Keperibadian semacam inilah yang menjadikan orang Madura terlalu yakin bahwa dirinya kebal virus. Bila ada yang menakut-nakuti, ia merasa tertantang, dan harus melawan. Jika ada larangan dari pemerintah, orang madura acuh tak acuh, dan risih karena pemerintah terlalu mengurusi urusan pribadinya. Orang Madura sangat yakin dengan segala kegagahannya ia bisa bertahan sendiri dari Corona, tanpa bantuan pemerintah.

Sebenarnya bila pemerintah ingin menstabilkan lagi angka pasiaen Covid-19 di kabupaten Bangkalan, cukup mengatasi tiga pola-pikir bodoh tersebut. Pemikiran bodoh, kok, dilayanin? Buang-buang waktu aja! Masalahnya, banayk sekali orang Madura yang masih berpikiran semacam itu. Program pencegahan penularan Covid-19 tentu tidak dapat diputus, bila belum memutus pikiran-pikiran bodoh semacam itu yang sudah mengakar kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *